Langsung ke konten utama

Senja



Mungkin tak semua orang mengenalnya...
Mungkin hanya sebagian orang yang menganggapku ada...
Mungkin hanya sedikit orang yang menikmati kehadiranku...
Karena memang aku hanyalah perantara...
Yang menghubungkan antara siang dan malam....
Yang menghubungkan antara waktu bekerja dengan waktu beristirahat...
Atau mungkin waktu untuk menghadap "Sang Khalik"...

Hanya sedikit orang yang menikmati keberadaanku...
Hanya sebagian kecil masyarakat yang mensyukuri kedatanganku....
Karena kedatanganku identik dengan kemacetan atau bahkan kepadatan...
Sesuatu yang berusaha untuk dihindari oleh orang banyak...
Khususnya mereka yang berada di kota nan kejam ini...
Hanya sebagian dari mereka yang menikmati "golden hour"...
Karena lebih banyak dari mereka yang berfokus kepada cara untuk tiba di tujuan...
Dengan cepat, dan tanpa perlu mengalami hambatan...

Walaupun demikian, aku akan tetap setia datang...
Sebab tanpa kehadiranku, tidak ada jembatan yang jelas antara siang dengan malam...
Tidak ada transisi yang jelas antara waktu siang dan malam....
Kehadiranku mengingatkan setiap insan yang ada di bumi ini...
Bahwa ada waktu untuk bekerja....
Dan ada kalanya pula waktu untuk kembali ke tempat peristirahatan....
Tempat yang mengumpulkan setiap orang dengan komunitasnya....
Di mana mereka dipersiapkan kembali untuk menghadapi esok hari...
Atau mungkin dipersiapkan untuk kembali kepada Sang Khalik...

Sebab akulah, "Sang Senja"...


Jakarta, Desember 27, 2014
22.20
Ketika sedang tidak punya pekerjaan lain selain duduk dan merenung

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terjepit

Terjepit... Mungkin kata itu adalah kata yang paling tepat untuk menggambarkan perasaanku saat ini Harapan dan niatku semakin tidak sejalan dengan realitas yang kuhadapi Ya, memang persoalan ini sudah berkali-kali aku hadapi Namun, entah mengapa, kali ini terasa sedikit berbeda... Ini bermula ketika aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan berpacaranku. Bukan karena alasan kehadiran orang ke-3, namun memang hubungan tersebut sudah "kurang enak" Banyak persoalan, bahkan perbedaan prinsip yang menyebabkan hal tersebut terjadi Tentunya, yang dilibatkan disini tidak hanya dua pihak, namun juga melibatkan keluargaku dan keluarganya Aku pun sudah bisa sedikit berdamai dengan peristiwa tersebut, namun bukan ini inti masalahnya. Keterjepitanku saat ini lebih kompleks daripada yang sebelumnya Memang tidak jauh dari persoalan berpacaran dan cinta, namun kali ini rasanya sangat berbeda Aku mengalami keterjepitan yang aneh Mulai dari terjepit karena situasi move on  yang k...

Curhat

Ah, sebenarnya aku agak tidak suka dalam kondisi seperti ini Entah apa yang kurasa saat ini Pikiranku sangat kacau, tidak seperti biasanya Namun, itulah kenyataanya, sangat sulit untuk memfokuskan diri  Entah apa yang ada di dalam pikiranku saat ini Entah kenapa selalu memikirkan hal-hal yang sangat sepele Ya, tidak terlalu sepele juga, namun sebenarnya bisa dikesampingkan  Aku sangat terganggu dengan hal ini, dan aku merasa sangat tidak nyaman Ah, baiklah, aku terpaksa menceritakan apa yang ada dalam pikiranku saat ini Entah kenapa pikiranku selalu memikirkan Dia Dia, seorang perempuan, yang memikatku melalui kecakapannya  Entah kenapa aku sangat tertarik dengannya, padahal kami sangat berseberangan  Ah, entah sejak kapan aku memikirkannya Mungkin, sejak pertama kali kami bertemu, tapi tidak juga  Kami belum lama saling bertemu, dan intensitas pertemuan kami sangat jarang Namun entah mengapa, aku selalu terpikir akan sosok dir...

Memahami Kehidupan

Kadang, aku bertanya di dalam kehidupan ini... Mengapa ada kematian? Mengapa ada kelahiran? Mengapa ada duka? Mengapa ada suka? Mengapa ada perpisahan? Mengapa ada pertemuan? Mengapa ada kepunahan? Mengapa ada hal-hal baru? Dan mengapa-mengapa yang lainnya? Aku terus mencari jawab soal itu... Lewat bacaan, ilmu pengetahuan, percakapan... Bahkan lewat pengalaman hidup itu sendiri... Namun, semakin aku mencari... Semakin aku makin tidak mengerti... Bahkan semakin aku terlihat bodoh... Bukan karena aku tidak tahu... Melainkan karena aku semakin tahu... Mungkin benar kata pepatah kuno... Kosong adalah isi, dan isi adalah kosong... Semakin kita mencari, semakin kita tidak mengetahui... Mengapa harus terjadi demikian? Bukankah semakin kita mencari, semakin kita mengetahui? Apakah ini yang disebut dengan "misteri kehidupan"? Atau apakah ini yang disebut dengan "kejamnya hidup"? Atau mungkin, ini disebabkan oleh pemahaman kita yang sangat kura...