Langsung ke konten utama

Sakit hati (?)

Ah, panasnya terik matahari mulai menyengat tubuhku yang penuh luka...
Aku pun sadar kalau hari sudah siang...
Itu menjadi pertanda bahwa aku harus kembali melanjutkan perjalananku...
Walaupun masih terasa perih, aku memaksakan diri untuk kembali berjalan...

Huh, sepertinya ketahanan tubuhku mulai melemah...
Luka-luka itu sepertinya tidak hanya menggerogoti bagian luar tubuhku saja...
Tapi juga mulai menggerogoti kesehatanku secara perlahan-lahan...
Tapi untungnya, aku masih memiliki tenaga untuk melanjutkan perjalanan ini...

Semilir angin menambah rasa perih yang ada...
Luka-luka di tubuhku masih menganga cukup parah...
Tapi aku berharap masih bisa menyembuhkan mereka yang terluka...
Tapi, mudah-mudahan aku tidak dilukai lagi secara fisik...

Di tengah perjalanan, aku kembali melihat ada seorang perempuan yang duduk termangu...
Ia termangu melihat sebuah baliho yang menawarkan paket pernikahan...
Aku pun kembali menanyakan apa yang terjadi pada dirinya...
Ternyata, ia termangu karena rencana pernikahannya batal akibat tunangannya berselingkuh dengan perempuan lain...

Ah, kupikir ini akan lebih mudah...
Aku pun kembali menawarkan opsi untuk menyakiti diriku sebagai objek pelampiasan...
Ia pun menyetujui dan menerima tawaranku tersebut, namun caranya agak berbeda...
Ia menjadikanku sebagai "pacar pelampiasannya"...

Ia mengajakku melakukan semua hal yang pernah ia lakukan bersama dengan mantan tunangannya...
Berjalan bersama, bermain-main bersama, sampai kami berjemur diri di bawah teriknya matahari...
Semua itu dilakukannya, dan aku pun menjadi senang...
Ia juga merasa senang atas semua aktivitas yang kita lakukan bersama...

Namun, setelah itu semua...
Ia secara tiba-tiba meninggalkanku...
Pergi dengan laki-laki lain, dan tersenyum lebar karena sudah dapat membalaskan semua dendamnya...
Aku pun kembali ditinggalkan dengan penuh luka...
Tidak hanya luka fisik, tetapi juga luka perasaan...

Ah, aku pun kembali harus beristirahat sejenak...
Sambil meminum wine yang masih tersisa, aku pun duduk kembali...
Mencoba merawat fisik dan hati yang terluka...
Sambil kembali mengumpulkan tenaga untuk melanjutkan perjalanan...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terjepit

Terjepit... Mungkin kata itu adalah kata yang paling tepat untuk menggambarkan perasaanku saat ini Harapan dan niatku semakin tidak sejalan dengan realitas yang kuhadapi Ya, memang persoalan ini sudah berkali-kali aku hadapi Namun, entah mengapa, kali ini terasa sedikit berbeda... Ini bermula ketika aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan berpacaranku. Bukan karena alasan kehadiran orang ke-3, namun memang hubungan tersebut sudah "kurang enak" Banyak persoalan, bahkan perbedaan prinsip yang menyebabkan hal tersebut terjadi Tentunya, yang dilibatkan disini tidak hanya dua pihak, namun juga melibatkan keluargaku dan keluarganya Aku pun sudah bisa sedikit berdamai dengan peristiwa tersebut, namun bukan ini inti masalahnya. Keterjepitanku saat ini lebih kompleks daripada yang sebelumnya Memang tidak jauh dari persoalan berpacaran dan cinta, namun kali ini rasanya sangat berbeda Aku mengalami keterjepitan yang aneh Mulai dari terjepit karena situasi move on  yang k...

Curhat

Ah, sebenarnya aku agak tidak suka dalam kondisi seperti ini Entah apa yang kurasa saat ini Pikiranku sangat kacau, tidak seperti biasanya Namun, itulah kenyataanya, sangat sulit untuk memfokuskan diri  Entah apa yang ada di dalam pikiranku saat ini Entah kenapa selalu memikirkan hal-hal yang sangat sepele Ya, tidak terlalu sepele juga, namun sebenarnya bisa dikesampingkan  Aku sangat terganggu dengan hal ini, dan aku merasa sangat tidak nyaman Ah, baiklah, aku terpaksa menceritakan apa yang ada dalam pikiranku saat ini Entah kenapa pikiranku selalu memikirkan Dia Dia, seorang perempuan, yang memikatku melalui kecakapannya  Entah kenapa aku sangat tertarik dengannya, padahal kami sangat berseberangan  Ah, entah sejak kapan aku memikirkannya Mungkin, sejak pertama kali kami bertemu, tapi tidak juga  Kami belum lama saling bertemu, dan intensitas pertemuan kami sangat jarang Namun entah mengapa, aku selalu terpikir akan sosok dir...

Memahami Kehidupan

Kadang, aku bertanya di dalam kehidupan ini... Mengapa ada kematian? Mengapa ada kelahiran? Mengapa ada duka? Mengapa ada suka? Mengapa ada perpisahan? Mengapa ada pertemuan? Mengapa ada kepunahan? Mengapa ada hal-hal baru? Dan mengapa-mengapa yang lainnya? Aku terus mencari jawab soal itu... Lewat bacaan, ilmu pengetahuan, percakapan... Bahkan lewat pengalaman hidup itu sendiri... Namun, semakin aku mencari... Semakin aku makin tidak mengerti... Bahkan semakin aku terlihat bodoh... Bukan karena aku tidak tahu... Melainkan karena aku semakin tahu... Mungkin benar kata pepatah kuno... Kosong adalah isi, dan isi adalah kosong... Semakin kita mencari, semakin kita tidak mengetahui... Mengapa harus terjadi demikian? Bukankah semakin kita mencari, semakin kita mengetahui? Apakah ini yang disebut dengan "misteri kehidupan"? Atau apakah ini yang disebut dengan "kejamnya hidup"? Atau mungkin, ini disebabkan oleh pemahaman kita yang sangat kura...