Langsung ke konten utama

Untuk Adinda

Hai Adinda, sudah lama kita tidak berjumpa. 
Bagaimana kabarmu di sana?
Aku berharap kabarmu baik-baik saja. 
Adinda, ada hal yang ingin kubicarakan. 

Adinda, sejak peristiwa itu, 
Kita sudah jarang bertemu. 
Kita tidak lagi bertegur sapa, bahkan 
Rasanya kita sudah tidak mengenal lagi satu sama lain. 

Adinda, memang akulah yang bersalah, 
Akulah yang memutuskan untuk mengakhiri hubungan kita. 
Memang, banyak faktor yang melatari hal tersebut. 
Tetapi perlu kau ketahui, memang hubungan kita sudah tidak mungkin lagi untuk diteruskan.

Adinda, sejak saat itu, 
Rasanya semua hari berubah, tidak seperti biasanya. 
Aku pun hidup dalam rasa bersalah yang sangat dalam, bahkan sampai hari ini. 
Walaupun begitu, tidak ada keinginanku untuk kembali kepadamu. 

Namun Adinda, saat ini aku sudah sedikit terhibur .
Aku senang mendengarmu memiliki tambatan hati yang baru. 
Setidaknya, satu harapanku telah terkabul. 
Aku pun berharap agar kamu memiliki kehidupan yang bahagia dengannya. 

Adinda, aku pun berharap agar kamu berbahagia dengannya. 
Aku juga berharap kita berjalan di jalan yang berbeda. 
Aku dengan jalanku sendiri. 
dan kamu dengan jalanmu. 

Namun, jika memang jalan itu harus bertemu, 
Aku berharap kamu telah bahagia dengannya. 
Dengan orang yang saat ini menjadi tambatan hatimu. 
Setidaknya, hal itu membuatku dapat sedikit tersenyum, 
selagi aku terus berproses, untuk mengubur dan memendam rasa bersalah ini. 


dari Aku
yang dulu pernah mengisi hari-harimu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Untuk Mereka yang sedang Berjuang

Untuk kalian yang sedang berjuang, entah apapun yang kalian perjuangkan Semoga perjuangan kalian tidak berakhir sia-sia karena kehilangan pamor Semoga motivasi perjuangan kalian berasal dari hati yang terdalam Bukan karena hanya "efek latah" maupun karena ego pribadi Melainkan atas dasar kemanusiaan yang telah lama hilang dari peradaban ini Untuk kalian yang sedang berjuang, entah apapun yang kalian perjuangkan Semoga perjuangan kalian menghasilkan persatuan, bukan perpecahan Semoga apa yang kalian perjuangkan pun bukan membuat kita semakin tercerai-berai Namun semakin menyadari bahwa perbedaan adalah cara kita untuk semakin bersatu Serta semakin mengenal satu dengan yang lainnya sebagai sesama "orang merdeka" Untuk kalian yang sedang berjuang, entah apapun yang kalian perjuangkan Semoga perjuangan kalian semakin menyadarkan semua orang akan kebinatangan manusia Yang semakin hari semakin menjadi-jadi, dan semakin sulit dikendalikan Semoga agenda p...

Menikmati Malam

Langit mulai menggelapkan dirinya... Bulan dan bintang mulai menampakkan cahayanya... Lampu-lampu temaram mulai menyala... Raungan suara kendaraan pun mulai tidak terdengar... dan "makhluk-makhluk malam" pun mulai menunjukkan dirinya... Pertanda satu hari akan berakhir, dan berganti hari yang baru... Ah, indah sekali malam ini... Walaupun terbalut dengan kesepian jiwa dan raga... Tapi, izinkanlah aku menikmati malam ini... Malam yang mungkin tidak akan dapat kunikmati di lain hari... dan mungkin, menjadi malam yang terakhir kunikmati di dunia ini... Sudah berkali-kali aku melewati malam seumur hidupku... Bahkan, sudah berkali-kali pula aku berharap... Untuk tidak terbangun di kemudian hari... Tapi, apa daya... Sang Pencipta masih mempercayakan kepadaku hari baru untuk dilewati... Tapi, entah mengapa... Malam kali ini terasa berbeda... Rasanya, damai meliputi dunia dan diri ini... Walaupun sebenarnya aku sedang memikirkan untuk merelakan sesuatu.... ...

Antara Menikah, atau Tidak Sama Sekali

Ya, mungkin inilah pergumulanku yang paling dalam... Bahkan mungkin yang paling panjang... Bagi sebagian orang, mungkin ini perkara yang sangat sepele... Bahkan mereka pun berpendapat: "sudahlah, menikah saja, pernikahan itu indah kok" "Setidaknya, kamu tidak sendirian ketika tidur, dan ada yang merawatmu dengan baik" Namun hal itu tidak berlaku bagiku... Pernikahan adalah sesuatu yang suci dan sakral, bahkan terhormat... Bukan saja mencari "teman tidur", tetapi "teman seumur hidup"... Yang senantiasa menemani, bahkan bersama-sama mengarungi pasang-surut kehidupan ini... Bukan soal menikmati kesenangan seksual belaka, namun bertanggung jawab juga di dalamnya... Hal inilah yang membuatku berpikir berkali-kali... Untuk menikah, atau hidup sendirian saja Sebagai seorang "anak tunggal", tentulah aku memikul berbagai harapan kedua orangtuaku... Namun aku terlalu banyak melihat kegagalan hidup berumah tangga... Bahkan dala...