Langsung ke konten utama

Apa Maksudnya?


Ah...
Sudah sekian lama aku menutup segala kemungkinan itu...
Sebab, "kegagalan" itu cukup membebani sampai saat ini...
"Mengapa aku terlalu tergesa-gesa? Mengapa aku "dibutakan?"
"Mengapa aku terlena dengan perasaan itu, dan mengizinkannya mengontrol diriku?"
Begitu pertanyaan yang terus terngiang di kepalaku...

Bodoh, sangat bodoh!
Seandainya pada waktu itu aku memutuskan untuk tidak....
Ah sudahlah, bubur sudah terlanjur dipesan dan dimakan, bahkan sudah dibayar pula...
Segalanya sudah terjadi, dan berakhir....
Kalau kata orang, berujung pada kegagalan...

Sudah cukup lama sejak "kegagalan" itu, aku terus berusaha untuk menata diri...
Menggapai kembali cita-cita yang sempat tertunda...
Menajamkan arah dan tujuan hidup....
Sambil terus berupaya untuk menjauhkan diri dan melupakan segala perasaan-perasaan...
yang bisa saja membuatku "jatuh" pada hal yang sama...
"Ah, mungkin memang aku ditakdirkan untuk hidup seorang diri dan idealis", begitu kataku...

Namun, mengapa Engkau mengizinkan "hal itu" kembali mendatangiku?
Mengapa setelah sekian lama, aku "diizinkan" untuk kembali mengalami sebuah perasaan...
Perasaan yang sudah sejak "kegagalan" itu terus berusaha kuhindari dan kukubur....
Supaya tidak lagi terjadi sebuah "kegagalan yang sama"
dan aku tidak lagi di cap sebagai manusia yang walaupun cukup baik dalam hal kognitif...
Tetapi "gagal" dalam hal perasaan, termasuk percintaan...

Tetapi mengapa justru hal tersebutlah yang "bangkit dari kubur"?
Apakah Engkau ingin mengajar dan menghajarku kembali lewat "perasaan" ini?
Atau, apakah Engkau ingin memberikan aku sebuah kesempatan untuk memperbaiki diri...
dan memperbaiki kesalahan di masa lampau?
Apakah Engkau ingin mengingatka kepadaku bahwa manusia tetaplah sebuah "makhluk sosial"?
Atau, apakah Engkau ingin aku untuk mendalami segala rencana-Mu yang sungguh misterius...
dan kadang tidak tertebak itu?

Apakah maksud-Mu dari semua ini?



Jakarta - April 29, 2019
Di tengah hiruk pikuk kota yang tak pernah tidur ini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Menikah, atau Tidak Sama Sekali

Ya, mungkin inilah pergumulanku yang paling dalam... Bahkan mungkin yang paling panjang... Bagi sebagian orang, mungkin ini perkara yang sangat sepele... Bahkan mereka pun berpendapat: "sudahlah, menikah saja, pernikahan itu indah kok" "Setidaknya, kamu tidak sendirian ketika tidur, dan ada yang merawatmu dengan baik" Namun hal itu tidak berlaku bagiku... Pernikahan adalah sesuatu yang suci dan sakral, bahkan terhormat... Bukan saja mencari "teman tidur", tetapi "teman seumur hidup"... Yang senantiasa menemani, bahkan bersama-sama mengarungi pasang-surut kehidupan ini... Bukan soal menikmati kesenangan seksual belaka, namun bertanggung jawab juga di dalamnya... Hal inilah yang membuatku berpikir berkali-kali... Untuk menikah, atau hidup sendirian saja Sebagai seorang "anak tunggal", tentulah aku memikul berbagai harapan kedua orangtuaku... Namun aku terlalu banyak melihat kegagalan hidup berumah tangga... Bahkan dala...

Maaf

Maaf Mungkin kata itu yang ingin kuucapkan saat ini Aku ingin meminta maaf atas segala yang telah dan mungkin akan kulakukan nanti Aku ingin meminta maaf juga, atas kehadiranku yang mengganggu hidupmu Aku ingin meminta maaf karena aku telah menginginkan cintamu Aku sadar, aku terlalu banyak berharap untuk itu Namun aku juga sadar, mungkin memang aku tidak memiliki tempat di hatimu Entah karena usahaku yang kurang, ataupun memang karena hatimu yang memang bukan untukku Sekali lagi aku ingin meminta maaf Karena aku telah mencintaimu dengan begitu rupa Mungkin itu juga mengganggumu, karena kamu mungkin tidak menginginkanku Aku menyesal atas segala usahaku yang mengganggu kehidupanmu Kini, izinkanlah aku mencintaimu dengan cara yang lain Izinkanlah aku mendoakanmu untuk bersatu dengan dia yang kamu inginkan Dia yang memiliki tempat khusus di hatimu, dan juga dalam setiap buah karyamu Karena hanya dengan cara itulah, aku dapat menunjukkan rasa cintaku kepadamu, walaupun rasa ...

Terjepit

Terjepit... Mungkin kata itu adalah kata yang paling tepat untuk menggambarkan perasaanku saat ini Harapan dan niatku semakin tidak sejalan dengan realitas yang kuhadapi Ya, memang persoalan ini sudah berkali-kali aku hadapi Namun, entah mengapa, kali ini terasa sedikit berbeda... Ini bermula ketika aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan berpacaranku. Bukan karena alasan kehadiran orang ke-3, namun memang hubungan tersebut sudah "kurang enak" Banyak persoalan, bahkan perbedaan prinsip yang menyebabkan hal tersebut terjadi Tentunya, yang dilibatkan disini tidak hanya dua pihak, namun juga melibatkan keluargaku dan keluarganya Aku pun sudah bisa sedikit berdamai dengan peristiwa tersebut, namun bukan ini inti masalahnya. Keterjepitanku saat ini lebih kompleks daripada yang sebelumnya Memang tidak jauh dari persoalan berpacaran dan cinta, namun kali ini rasanya sangat berbeda Aku mengalami keterjepitan yang aneh Mulai dari terjepit karena situasi move on  yang k...