Langsung ke konten utama

Air Hujan


Tetesan air hujan yang turun...
Membasahi tanah yang kering...
Membawa kesejukan dan kedamaian...
Bagi mereka yang merasa kepanasan dan membutuhkan rasa damai...

Selain itu...
Tetesan air hujan itu pun membawa sesuatu yang lain...
Sesuatu yang sangat berharga...
Sesuatu yang sangat bermanfaat...
Bagi kelangsungan hidup setiap makhluk hidup...
yang ada di bumi...

Begitupun denganku...
Aku bagaikan tanah kering...
Tanah yang sudah terlalu kering...
Akibat musim kemarau yang terlalu panjang...

Karena kekeringan itu...
Aku tidak dapat ditumbuhi oleh pohon-pohon...
Bahkan rumput-rumput sekalipun...
Aku tidak tersentuh oleh apa yang disebut "benih-benih cinta"...
Yang ditaburkan dan tercecer diatas tanah...

Tetapi, hal tersebut menjadi berbeda...
Setelah datangnya dirimu yang bagaikan tetesan air hujan...
Yang membasahi tanah kering...
Yang membawa kesejukan dan kedamaian...
Serta sesuatu yang bermanfaat bagi kelangsungan hidup setiap makhluk hidup...

Aku pun berubah...
Dari tanah yang kering dan gersang...
Menjadi tanah yang subur dan gembur...
Menjadi tanah yang siap...
Untuk ditumbuhi oleh rumput-rumput dan pohon-pohon...
Serta "benih-benih cinta" yang ditaburkan...

Tetaplah menjadi air hujan yang membasahi tanah kering ini...
Sehingga tanah kering ini...
Mampu menjadi tanah yang subur dan gembur...
Serta siap untuk ditumbuhi...
Benih-benih yang akan ditaburkan...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara Menikah, atau Tidak Sama Sekali

Ya, mungkin inilah pergumulanku yang paling dalam... Bahkan mungkin yang paling panjang... Bagi sebagian orang, mungkin ini perkara yang sangat sepele... Bahkan mereka pun berpendapat: "sudahlah, menikah saja, pernikahan itu indah kok" "Setidaknya, kamu tidak sendirian ketika tidur, dan ada yang merawatmu dengan baik" Namun hal itu tidak berlaku bagiku... Pernikahan adalah sesuatu yang suci dan sakral, bahkan terhormat... Bukan saja mencari "teman tidur", tetapi "teman seumur hidup"... Yang senantiasa menemani, bahkan bersama-sama mengarungi pasang-surut kehidupan ini... Bukan soal menikmati kesenangan seksual belaka, namun bertanggung jawab juga di dalamnya... Hal inilah yang membuatku berpikir berkali-kali... Untuk menikah, atau hidup sendirian saja Sebagai seorang "anak tunggal", tentulah aku memikul berbagai harapan kedua orangtuaku... Namun aku terlalu banyak melihat kegagalan hidup berumah tangga... Bahkan dala...

Maaf

Maaf Mungkin kata itu yang ingin kuucapkan saat ini Aku ingin meminta maaf atas segala yang telah dan mungkin akan kulakukan nanti Aku ingin meminta maaf juga, atas kehadiranku yang mengganggu hidupmu Aku ingin meminta maaf karena aku telah menginginkan cintamu Aku sadar, aku terlalu banyak berharap untuk itu Namun aku juga sadar, mungkin memang aku tidak memiliki tempat di hatimu Entah karena usahaku yang kurang, ataupun memang karena hatimu yang memang bukan untukku Sekali lagi aku ingin meminta maaf Karena aku telah mencintaimu dengan begitu rupa Mungkin itu juga mengganggumu, karena kamu mungkin tidak menginginkanku Aku menyesal atas segala usahaku yang mengganggu kehidupanmu Kini, izinkanlah aku mencintaimu dengan cara yang lain Izinkanlah aku mendoakanmu untuk bersatu dengan dia yang kamu inginkan Dia yang memiliki tempat khusus di hatimu, dan juga dalam setiap buah karyamu Karena hanya dengan cara itulah, aku dapat menunjukkan rasa cintaku kepadamu, walaupun rasa ...

Terjepit

Terjepit... Mungkin kata itu adalah kata yang paling tepat untuk menggambarkan perasaanku saat ini Harapan dan niatku semakin tidak sejalan dengan realitas yang kuhadapi Ya, memang persoalan ini sudah berkali-kali aku hadapi Namun, entah mengapa, kali ini terasa sedikit berbeda... Ini bermula ketika aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan berpacaranku. Bukan karena alasan kehadiran orang ke-3, namun memang hubungan tersebut sudah "kurang enak" Banyak persoalan, bahkan perbedaan prinsip yang menyebabkan hal tersebut terjadi Tentunya, yang dilibatkan disini tidak hanya dua pihak, namun juga melibatkan keluargaku dan keluarganya Aku pun sudah bisa sedikit berdamai dengan peristiwa tersebut, namun bukan ini inti masalahnya. Keterjepitanku saat ini lebih kompleks daripada yang sebelumnya Memang tidak jauh dari persoalan berpacaran dan cinta, namun kali ini rasanya sangat berbeda Aku mengalami keterjepitan yang aneh Mulai dari terjepit karena situasi move on  yang k...