Langsung ke konten utama

Pelangi Penyemangat


Ketika kegelapan malam mulai berlalu...
Ketika terang pagi mulai menampakkan dirinya...
Ketika refleksi cahaya rembulan digantikan oleh cahaya matahari...
dan rumput-rumput dibasahi oleh embun pagi...
Ketika burung-burung mulai bersiul sacara bersahutan...
Ketika seekor ayam berkokok menandakan datangnya pagi...

Aku pun terbangun dari tidurku...
Aku merasakan indahnya pagi ini...
Aku merasakan kesejukan yang belum pernah kurasakan sebelumnya...
Aku merasakan suatu semangat yang belum pernah kurasakan sebelumnya...

Tetapi, dibalik itu semua...
Aku melihat suatu harmonisasi alam yang sangat sempurna...
Aku melihat suatu orkestrasi alam yang sangat-sangat indah...
Aku mendengar suatu gabungan suara yang ingin menyambut datangnya pagi...
Suara yang mendandakan bahwa, "mari bangun dan bekerja!"

Namun, aku melihat...
Dibalik semua suara-suara tersebut...
Dibalik embun pagi yang menghiasi rumput-rumput hijau di pagi hari...
Ada sesuatu yang menghiasi mereka...
Lebih dari sekedar memberi makna...
Tetapi juga memberikan semangat bagi mereka yang mampu melihatnya...

Aku meilhat...
Ada sebuah pelangi yang menghiasi...
Baik di tetesan embun yang berada di rumput-rumput hijau...\
Ataupun dibalik siulan burung-burung ataupun ayam yang berkokok...

Pelangi tersebut menjadi sebuah penyemangat...
bagi setiap mereka yang mampu melihatnya...
Serta menerjemahkannya...
Di dalam setiap aktivitas dan kehidupan mereka masing-masing...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terjepit

Terjepit... Mungkin kata itu adalah kata yang paling tepat untuk menggambarkan perasaanku saat ini Harapan dan niatku semakin tidak sejalan dengan realitas yang kuhadapi Ya, memang persoalan ini sudah berkali-kali aku hadapi Namun, entah mengapa, kali ini terasa sedikit berbeda... Ini bermula ketika aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan berpacaranku. Bukan karena alasan kehadiran orang ke-3, namun memang hubungan tersebut sudah "kurang enak" Banyak persoalan, bahkan perbedaan prinsip yang menyebabkan hal tersebut terjadi Tentunya, yang dilibatkan disini tidak hanya dua pihak, namun juga melibatkan keluargaku dan keluarganya Aku pun sudah bisa sedikit berdamai dengan peristiwa tersebut, namun bukan ini inti masalahnya. Keterjepitanku saat ini lebih kompleks daripada yang sebelumnya Memang tidak jauh dari persoalan berpacaran dan cinta, namun kali ini rasanya sangat berbeda Aku mengalami keterjepitan yang aneh Mulai dari terjepit karena situasi move on  yang k...

Curhat

Ah, sebenarnya aku agak tidak suka dalam kondisi seperti ini Entah apa yang kurasa saat ini Pikiranku sangat kacau, tidak seperti biasanya Namun, itulah kenyataanya, sangat sulit untuk memfokuskan diri  Entah apa yang ada di dalam pikiranku saat ini Entah kenapa selalu memikirkan hal-hal yang sangat sepele Ya, tidak terlalu sepele juga, namun sebenarnya bisa dikesampingkan  Aku sangat terganggu dengan hal ini, dan aku merasa sangat tidak nyaman Ah, baiklah, aku terpaksa menceritakan apa yang ada dalam pikiranku saat ini Entah kenapa pikiranku selalu memikirkan Dia Dia, seorang perempuan, yang memikatku melalui kecakapannya  Entah kenapa aku sangat tertarik dengannya, padahal kami sangat berseberangan  Ah, entah sejak kapan aku memikirkannya Mungkin, sejak pertama kali kami bertemu, tapi tidak juga  Kami belum lama saling bertemu, dan intensitas pertemuan kami sangat jarang Namun entah mengapa, aku selalu terpikir akan sosok dir...

Memahami Kehidupan

Kadang, aku bertanya di dalam kehidupan ini... Mengapa ada kematian? Mengapa ada kelahiran? Mengapa ada duka? Mengapa ada suka? Mengapa ada perpisahan? Mengapa ada pertemuan? Mengapa ada kepunahan? Mengapa ada hal-hal baru? Dan mengapa-mengapa yang lainnya? Aku terus mencari jawab soal itu... Lewat bacaan, ilmu pengetahuan, percakapan... Bahkan lewat pengalaman hidup itu sendiri... Namun, semakin aku mencari... Semakin aku makin tidak mengerti... Bahkan semakin aku terlihat bodoh... Bukan karena aku tidak tahu... Melainkan karena aku semakin tahu... Mungkin benar kata pepatah kuno... Kosong adalah isi, dan isi adalah kosong... Semakin kita mencari, semakin kita tidak mengetahui... Mengapa harus terjadi demikian? Bukankah semakin kita mencari, semakin kita mengetahui? Apakah ini yang disebut dengan "misteri kehidupan"? Atau apakah ini yang disebut dengan "kejamnya hidup"? Atau mungkin, ini disebabkan oleh pemahaman kita yang sangat kura...