Langsung ke konten utama

Maaf

Maaf
Mungkin kata itu yang ingin kuucapkan saat ini
Aku ingin meminta maaf atas segala yang telah dan mungkin akan kulakukan nanti
Aku ingin meminta maaf juga, atas kehadiranku yang mengganggu hidupmu

Aku ingin meminta maaf karena aku telah menginginkan cintamu
Aku sadar, aku terlalu banyak berharap untuk itu
Namun aku juga sadar, mungkin memang aku tidak memiliki tempat di hatimu
Entah karena usahaku yang kurang, ataupun memang karena hatimu yang memang bukan untukku

Sekali lagi aku ingin meminta maaf
Karena aku telah mencintaimu dengan begitu rupa
Mungkin itu juga mengganggumu, karena kamu mungkin tidak menginginkanku
Aku menyesal atas segala usahaku yang mengganggu kehidupanmu

Kini, izinkanlah aku mencintaimu dengan cara yang lain
Izinkanlah aku mendoakanmu untuk bersatu dengan dia yang kamu inginkan
Dia yang memiliki tempat khusus di hatimu, dan juga dalam setiap buah karyamu
Karena hanya dengan cara itulah, aku dapat menunjukkan rasa cintaku kepadamu, walaupun rasa itu jugalah yang menyakiti diriku sendiri

"Mungkin bagi dunia kamu hanya seseorang, tetapi bagi orang lain kamu adalah dunianya"

Bekasi, 8 Januari 2015, 00.52
Ditulis dengan penuh penyesalan diri atas rasa cinta yang tumbuh
Untuk dia, sang "N" yang sempat kudambakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Untuk Mereka yang sedang Berjuang

Untuk kalian yang sedang berjuang, entah apapun yang kalian perjuangkan Semoga perjuangan kalian tidak berakhir sia-sia karena kehilangan pamor Semoga motivasi perjuangan kalian berasal dari hati yang terdalam Bukan karena hanya "efek latah" maupun karena ego pribadi Melainkan atas dasar kemanusiaan yang telah lama hilang dari peradaban ini Untuk kalian yang sedang berjuang, entah apapun yang kalian perjuangkan Semoga perjuangan kalian menghasilkan persatuan, bukan perpecahan Semoga apa yang kalian perjuangkan pun bukan membuat kita semakin tercerai-berai Namun semakin menyadari bahwa perbedaan adalah cara kita untuk semakin bersatu Serta semakin mengenal satu dengan yang lainnya sebagai sesama "orang merdeka" Untuk kalian yang sedang berjuang, entah apapun yang kalian perjuangkan Semoga perjuangan kalian semakin menyadarkan semua orang akan kebinatangan manusia Yang semakin hari semakin menjadi-jadi, dan semakin sulit dikendalikan Semoga agenda p...

Menikmati Malam

Langit mulai menggelapkan dirinya... Bulan dan bintang mulai menampakkan cahayanya... Lampu-lampu temaram mulai menyala... Raungan suara kendaraan pun mulai tidak terdengar... dan "makhluk-makhluk malam" pun mulai menunjukkan dirinya... Pertanda satu hari akan berakhir, dan berganti hari yang baru... Ah, indah sekali malam ini... Walaupun terbalut dengan kesepian jiwa dan raga... Tapi, izinkanlah aku menikmati malam ini... Malam yang mungkin tidak akan dapat kunikmati di lain hari... dan mungkin, menjadi malam yang terakhir kunikmati di dunia ini... Sudah berkali-kali aku melewati malam seumur hidupku... Bahkan, sudah berkali-kali pula aku berharap... Untuk tidak terbangun di kemudian hari... Tapi, apa daya... Sang Pencipta masih mempercayakan kepadaku hari baru untuk dilewati... Tapi, entah mengapa... Malam kali ini terasa berbeda... Rasanya, damai meliputi dunia dan diri ini... Walaupun sebenarnya aku sedang memikirkan untuk merelakan sesuatu.... ...

Antara Menikah, atau Tidak Sama Sekali

Ya, mungkin inilah pergumulanku yang paling dalam... Bahkan mungkin yang paling panjang... Bagi sebagian orang, mungkin ini perkara yang sangat sepele... Bahkan mereka pun berpendapat: "sudahlah, menikah saja, pernikahan itu indah kok" "Setidaknya, kamu tidak sendirian ketika tidur, dan ada yang merawatmu dengan baik" Namun hal itu tidak berlaku bagiku... Pernikahan adalah sesuatu yang suci dan sakral, bahkan terhormat... Bukan saja mencari "teman tidur", tetapi "teman seumur hidup"... Yang senantiasa menemani, bahkan bersama-sama mengarungi pasang-surut kehidupan ini... Bukan soal menikmati kesenangan seksual belaka, namun bertanggung jawab juga di dalamnya... Hal inilah yang membuatku berpikir berkali-kali... Untuk menikah, atau hidup sendirian saja Sebagai seorang "anak tunggal", tentulah aku memikul berbagai harapan kedua orangtuaku... Namun aku terlalu banyak melihat kegagalan hidup berumah tangga... Bahkan dala...