Langsung ke konten utama

Percakapanku Dengannya

Aku pernah bercakap-cakap dengan diriku sendiri...
Ia bertanya kepadaku...
"Hei, kau, manusia aneh. Bagaimana hubunganmu dengan pacarmu?"

Aku pun menjawabnya dengan tenang...
"Ya, baik-baik saja."
"Aku senang memiliki pacar seperti dirinya."

Ia pun membalas jawabanku...
"Hmm, aku senang mendengarnya."
"Apakah kamu pernah terpikirkan untuk mengakhiri hubunganmu dengannya?"

Aku kembali menjawabnya...
"Ya, memang, aku sempat terpikirkan untuk mengakhiri hubunganku dengannya."
"Aku merasa, aku tidak sesuai dengan harapannya."

Ia kemudian membalas pernyataanku...
"Hmm, ya, mungkin pendapatmu itu ada benarnya."
"Tapi menurutku, ia sangat sering menyakitimu."
"Ia sangat sering mengabaikan perintah ataupun saran-saranmu untuknya."
"Ia sangat sering mengecewakanmu karena sikapnya."
"Ia sangat sering membuatmu kepusingan karena kecuekannya."
"Dan, aku pikir, masih banyak lagi yang ia lakukan dan itu menyakitimu."

Aku hanya bisa terdiam...
Aku tidak mampu untuk menyanggah pernyataannya...
Aku hanya bisa terdiam dan termangu mendengar pernyataan itu...

Ia pun kembali menanyaiku...
"Hei, manusia aneh, kenapa kau terdiam?"
"Mengapakah engkau masih melanjutkan hubunganmu sampai selama ini?"

Aku pun menjawabnya...
"Aku sangat mencintai dan menyayangi dirinya."
"Meskipun aku mungkin harus berulang kali kepusingan, bahkan merasa frustrasi sekalipun."
"Aku tetap mencintai dan menyayanginya."
"Aku mencintai dirinya tidak hanya kelebihannya saja, melainkan juga segala kekurangannya."
"Aku ingin dia menjadi seseorang yang lebih baik dan semakin baik."
"Aku tidak peduli apa yang terjadi dengan diriku, bahkan walaupun aku harus mengorbankan apa yang kupunya, termasuk segenap anggota tubuhku."
"Aku hanya ingin melihatnya bahagia, walaupun aku harus tersakiti karenanya."
"Aku hanya mau dia menjadi orang yang lebih baik. Baik denganku, ataupun tanpa aku."
"Aku hanya ingin menjadi penghibur dan pelipur laranya, walaupun aku harus tersiksa karenanya."

Ia terdiam sejenak...
Ia tidak mampu berkata apa-apa...
Ia pun menepuk bahuku dan meninggalkanku...
Ia pun pergi, benar-benar pergi, entah kembali atau tidak...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Untuk Mereka yang sedang Berjuang

Untuk kalian yang sedang berjuang, entah apapun yang kalian perjuangkan Semoga perjuangan kalian tidak berakhir sia-sia karena kehilangan pamor Semoga motivasi perjuangan kalian berasal dari hati yang terdalam Bukan karena hanya "efek latah" maupun karena ego pribadi Melainkan atas dasar kemanusiaan yang telah lama hilang dari peradaban ini Untuk kalian yang sedang berjuang, entah apapun yang kalian perjuangkan Semoga perjuangan kalian menghasilkan persatuan, bukan perpecahan Semoga apa yang kalian perjuangkan pun bukan membuat kita semakin tercerai-berai Namun semakin menyadari bahwa perbedaan adalah cara kita untuk semakin bersatu Serta semakin mengenal satu dengan yang lainnya sebagai sesama "orang merdeka" Untuk kalian yang sedang berjuang, entah apapun yang kalian perjuangkan Semoga perjuangan kalian semakin menyadarkan semua orang akan kebinatangan manusia Yang semakin hari semakin menjadi-jadi, dan semakin sulit dikendalikan Semoga agenda p...

Menikmati Malam

Langit mulai menggelapkan dirinya... Bulan dan bintang mulai menampakkan cahayanya... Lampu-lampu temaram mulai menyala... Raungan suara kendaraan pun mulai tidak terdengar... dan "makhluk-makhluk malam" pun mulai menunjukkan dirinya... Pertanda satu hari akan berakhir, dan berganti hari yang baru... Ah, indah sekali malam ini... Walaupun terbalut dengan kesepian jiwa dan raga... Tapi, izinkanlah aku menikmati malam ini... Malam yang mungkin tidak akan dapat kunikmati di lain hari... dan mungkin, menjadi malam yang terakhir kunikmati di dunia ini... Sudah berkali-kali aku melewati malam seumur hidupku... Bahkan, sudah berkali-kali pula aku berharap... Untuk tidak terbangun di kemudian hari... Tapi, apa daya... Sang Pencipta masih mempercayakan kepadaku hari baru untuk dilewati... Tapi, entah mengapa... Malam kali ini terasa berbeda... Rasanya, damai meliputi dunia dan diri ini... Walaupun sebenarnya aku sedang memikirkan untuk merelakan sesuatu.... ...

Antara Menikah, atau Tidak Sama Sekali

Ya, mungkin inilah pergumulanku yang paling dalam... Bahkan mungkin yang paling panjang... Bagi sebagian orang, mungkin ini perkara yang sangat sepele... Bahkan mereka pun berpendapat: "sudahlah, menikah saja, pernikahan itu indah kok" "Setidaknya, kamu tidak sendirian ketika tidur, dan ada yang merawatmu dengan baik" Namun hal itu tidak berlaku bagiku... Pernikahan adalah sesuatu yang suci dan sakral, bahkan terhormat... Bukan saja mencari "teman tidur", tetapi "teman seumur hidup"... Yang senantiasa menemani, bahkan bersama-sama mengarungi pasang-surut kehidupan ini... Bukan soal menikmati kesenangan seksual belaka, namun bertanggung jawab juga di dalamnya... Hal inilah yang membuatku berpikir berkali-kali... Untuk menikah, atau hidup sendirian saja Sebagai seorang "anak tunggal", tentulah aku memikul berbagai harapan kedua orangtuaku... Namun aku terlalu banyak melihat kegagalan hidup berumah tangga... Bahkan dala...